7 KARAKTER YANG SANGAT PENTINGBAGI PESERTA DIDIK DI TINGAT SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)

By : H. Afrizal Kholis, S.Ag. M.Ed

Urgensi Pendidikan Karakter di Era Millenial | MalangTIMES
(sumber gambar: https://www.malangtimes.com/opini/47018/20191211/070000/urgensi-pendidikan-karakter-di-era-millenial)

Karakter adalah ciri khas individu yang dapat dilihat melalui cara bersikap, berprilaku dan bertindak untuk hidup dan bekerja sama baik dalam lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

Seorang anak yang memiliki pondasi karakter yang baik, akan menjadi orang dewasa yang mampu membuat keputusan dengan baik dan tepat,  serta siap mempertanggung jawabkan setiap keputusan yang diambil. Dalam kontek ini, sudah seharusnya pihak sekolah sebagai institusi pendidikan senantiasa hadir untuk menanamkan karakteryang  baik bagi setiap peserta didiknya.

Ada 7 karakter yang sangat mendesak untuk segera ditanamkan pada setiap diri peserta didik, terutama ditingat SMA. 7 karakter tersebut adalah sebagai berikut :

  1. RELIGIUS (KEAGAMAAN)

Penanaman karakter ini dilakukan dengan beberapa langkah :

Pertama, menciptakan lingkungan yang kondusif dan agamis bagi kehidupan akademis, yaitu dengan mengumandangkan bacaan ayat ayat Al Qur’an di lingkungan sekolah sebelum mengawali pembelajaran.

Kedua, memasang pamflet pamflet yang menunjukkan suri teladan Rasulullah Saw.

Ketiga, memasang pamflet tentang pesan moral yang bisa mendorong siswa untuk memiliki karakter yang terpuji.

Keempat, memaksimalkan keikutsertaan siswa dalam melaksanakan sholat Zuhur berjamaah

Kelima, melatih siswa dalam penyampaian thausiah (kultum).

 

  1. KEJUJURAN

Secara sederhana kejujuran bisa diartikan sebagai sebuah kemampuan untuk mengekspresikan fakta fakta dan keyakinan pribadi sebaik mungkin sebagaimana adanya. Sikap ini terwujud dalam prilaku, baik jujur terhadap orang lain maupun terhadap diri sendiri (tidak menipu diri sendiri). Misalnya ketika mau berangkat menuju ke sekolah, siswa tidak ada singgah atau mampir dikedai atau warung.

Kemudian sekolah menyediakan kotak saran dan pengaduan buat guru dan siswa serta guru BK sebagai tempat nasehat dan pengembalian barang yang telah hilang.

  1. TOLERANSI

Toleransi berarti menghormati dan belajar dari orang lain, menghargai perbedaan, menjembatani kesenjangan serta tercapai kesamaan sikap. Bentuk penanaman karakter ini adalah :

Siswa tidak boleh gaduh, brisik/berteriak dilingkungan sekolah, berkata sopan, tidak berkata kotor, atau menyinggung perasaan orang lain, tidak saling mengejek, saling menghormati, membantu apabila teman mengalami musibah.

  1. DISIPLIN

Disiplin merupakan tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Penanaman nilai disiplin ini dapat dilakukan melalui :

Pemasangan pamflet yang menunjukkan peraturan agar ditaati/dipatuhi oleh siswa, contoh “ Malu datang terlambat”  hal ini dimaksudkan agar siswa memiliki budaya hadir ke sekolah tepat pada waktunya. “Buanglah sampah pada tempatnya”  ini adalah ajakan untuk menggerakkan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.

  1. PEDULI LINGKUNGAN

Peduli lingkungan adalah sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam dan sekitarnya. Penanaman nilai peduli lingkungan akan kelihatan melalui :

Pertama, memastikan lingkungan kelas benar benar bersih dari sampah.

Kedua, tidak boleh membawa makanan yang berakibat menimbulkan sampah ke dalam kelas.

Ketiga, memastikan masing masing kelas punya tanaman bunga yang senantiasa terpelihara dan terawat dengan baik. Kempat, piket kelas bekerja setelah berakhirnya seluruh proses pembelajaran.

  1. PEDULI SOSIAL

Peduli soaial adalah sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Cara penanaman karakter ini adalah dengan malakukan bakti sosial dengan mengumpulkan pakaian layak pakai  dan pengumpulan sembako. Menjenguk dan mengumpulkan dana  bagi siswa yang ditimpa musibah.

  1. RASA TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang seharusnya dia lakukan terhadap diri sendiri, masyarakat dan lingkungan. Hal ini dapat ditunjukkan dengan mengefektifkan peran stuktur kelas yang sudah dibentuk. Juga hal ini dapat ditunjukan melalui rekruitmen siswa untuk bergabung ke dalam organisasi yang ada di sekolah, lalu diberikan kepercayaan dan amanah untuk mengamban tugasnya masing masing.