Merdeka Belajar Seiring Sejalan Dengan Konsep Adiwiyata

Menelisik apa yang di sampaikan oleh Mentri Pendidikan Nasional tentang “Merdeka Belajar” tentu tidaklah  menjadi lelucon dan meme ditengah masyarakat atau lembaga pendidikan, namun konsep dan gagasan ini adalah satu gagasan yang rasional yang dapat mencairkan suatu sistem yang dianut berpuluh tahun di indonesia, dimana selama itu pendidikan di indonesia terbelenggu dan monoton yang hanya terpaku akan angka/nilai. Sistem pendidikan yang pola pembelajaran terkungkung oleh pembelajaran konsep dan hapalan, sehingga membelenggu kesempatan siswa yang punya kemampuan diluar akademik padahal mereka memiliki bakat-baka lain yang jika diberikan ruang akan berkembang dengan baik sehingga akan melahirkan generasi yang bukan hanya pintar sain saja akan tetapi juga eksis pada bidang lain, bisa berkreasi dibidang seni, olahraga maupun kemampuan luar akademik lainya.

Bagaimana mendukung gagasan merdeka belajar ini, bisa dimulai dengan hal sederhana dengan mengurangi pembelajaran bersifat klasikal yaitu dengan motode bermain, bergembira tidak harus dalam ruangan. Mulailah ciptakan suasana belajar dimana saja dilingkungan sekolah. Memang untuk itu perlu adanya ruang hijau, taman-taman, gazebo belajar, pojok-pojok baca yang nyaman selain perpustakaan.

Konsep ini sebetulnya sejalan juga dengan konsep adiwiayata sekolah, yang juga menerapkan lingkungan yang nyaman, berseri, rindang, bersih dan nyaman. SMAN 1 Kampar dengan keterbatasan areal sekolah tetap berusaha menciptakan suasana yang nyaman untuk belajar didalam maupun diluar ruang, bahkan juga akan meneruskan ide 1 hari belajar diluar ruang kelas secara berkesinambungan. Usaha yang sudah dimulai sejak tiga tahun yang lalu sudah mulai menampakan hasil, sudah terlihat pekarangan sekolah yang sudah mulai rindang, sudah ada taman, sudah ada juga ada tempat ruang belajar dan baca terbuka dibawah gazebo yang nyaman. Termasuk juga pengelolaan sampah yang sudah mulai terkelola dengan baik.

Pada tahapan berikutnya akan diusahan dan direncanakan pengembangan areal parkiran yang nyaman, ruang tunggu untuk kunjungan orang tua/wali, panggung seni dan pengembangan sarana ibadah yang lebih luas dan lebih nyaman dari yang sudah ada sekarang. Sehingga segenap warga sekolah dari Tenaga Pendidik dan kependidikan, siswa maupun orang tua wali merasa lebih nyaman dan bisa lebih kreatif dan inovatif.

Next Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.